Tentang

Pembukuan tanpa drama akuntansi.

Krisnala dibuat untuk warung yang lebih senang ngurus dagangan daripada Excel.

Masalah yang kami selesaikan

Lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia, dan sebagian besar masih catat kas pakai buku tulis atau spreadsheet. Akibatnya: laporan pajak telat, omzet sebenarnya gak tau, dan saat butuh modal usaha (KUR, P2P), bank/lender minta "laporan keuangan resmi" yang tidak pernah ada.

Solusi yang ada — Jurnal, Kledo, Mekari — terlalu rumit dan mahal (Rp 200rb–500rb/bulan) untuk warung kelontong. Krisnala beda: pembukuan ada di WhatsApp, AI yang catat, harga mulai gratis.

Siapa "Pak Ujang"

Avatar pengguna pertama kami: Pak Ujang, 47 tahun, pemilik warung makan di Bandung, omzet ~Rp 6 juta/bulan, anak 2, sudah coba 2 aplikasi kasir tapi nyerah karena ribet. Krisnala dibikin buat Pak Ujang dulu. Setelah Pak Ujang pakai 90 hari, baru kami expand.

Apa yang TIDAK kami bikin

Tiga prinsip operasional (HARD CONSTRAINTS)

Stack teknis

Dibangun penuh di Cloudflare: Workers untuk apex+www, D1 untuk transaksi, R2 untuk foto nota + PDF laporan, KV untuk session + config, Workers AI untuk OCR + kategorisasi, Queue untuk batch laporan akhir bulan, Cron Trigger untuk generate laporan tanggal 1. WhatsApp keluar/masuk via japri tenant (X-Japri-Key auth). Pembayaran via Mayar QRIS auto-renew.

Punya pertanyaan atau saran? WA langsung +62 853-5318-2303 atau email halo@krisnala.com. Founder yang balas.